Vanuatu, Negara Kecil yang Tidak Jemu-bosannya Serang RI masalah Papua

Daerah Vanuatu pertama kalinya diketemukan oleh bangsa Spanyol pada 1606. Sampai pada 1880, Vanuatu jauh ke tangan Prancis dan Inggris. Mereka baru merdeka pada 30 Juli 1980.

Vanuatu sebagai salah satunya negara yang berada di kawasan Pasifik. Negara ini ada di samping timur Australia dan bersisihan dengan negara Pasifik yang lain, seperti Fiji dan Kepulauan Solomon.

Republik Vanuatu kembali mengganggu Indonesia masalah permasalahan pelanggaran HAM Papua di Sidang Umum PBB. Vanuatu sendiri sebagai negara kecil yang ada di samping timur Australia.

 

 

Rawan Musibah Alam

Tetapi Vanuatu mempunyai liabilitas pada musibah alam. Berdasarkan catatan United Nations University pada 2014, Vanuatu ialah negara paling beresiko terimbas musibah alam di dunia.

Seperti Indonesia, Vanuatu ada di kawasan Cincin Api Pasifik yang tidak asing dengan gempa dan gunung meledak. Beberapa pulau di situ terancam juga terbenam karena peralihan cuaca.

Negara Kecil

Ukuran negara ini termasuk kecil, komunitas warganya cuman 298 ribu jiwa. Dan luasnya capai 12.189 km persegi. Sebagai contoh, bila dibanding dengan beberapa propinsi di Indonesia, Vanuatu terlihat demikian kecil.

Misalkan, Jawa tengah yang mempunyai luas daerah 32.801 km persegi dan 34,55 juta warga (prediksi 2019), Jawa Barat mempunyai luas 35.378 km persegi dan 49,94 juta warga (2020), dan Jawa Timur mempunyai luas 47.800 km persegi dengan 39,74 juta warga (2019). Vanuatu benar-benar kecil luas daerahnya dibanding ke-3 propinsi itu.

Seperti Indonesia, Vanuatu sebagai negara kepulauan. Vanuatu mempunyai 80 pulau, dengan ibukota Port Vila yang berada di Pulau Efate.

Vanuatu sering menyentuh rumor Papua dan memberikan dukungan kemerdekaan Papua karena dilandasi kebersamaan ras. Vanuatu dan Papua mempunyai kemiripan ras, yaitu Melanesia. Tetapi di Vanuatu sendiri, ada bermacam budaya. Mereka bahkan juga mempunyai 139 bahasa

BACA JUGA :  Link Streaming Nonton Boruto Adegan 217 Terkini Sub Indo di iQIYI, Sinopsis: Naruto dan Sasuke versus Isshiki

Vanuatu Serang RI masalah Papua

Vanuatu teratur tiap tahun mengganggu Indonesia masalah permasalahan pelanggaran HAM Papua di Sidang Umum PBB. Terkini, negara kecil itu kembali mengungkit permasalahan Papua ini.

Indonesia juga menanyakan sikap Vanuatu yang diam saja atas pembantaian pada guru dan tenaga medis (nakes) oleh KKB di Papua.

Pengakuan itu dikatakan langsung oleh Sekretaris Ke-3 Perwakilan Masih tetap RI New York, Sindy Nur Fitry. Jawaban ini sebagai respon atas pengakuan Pertama Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman yang minta Komisaris HAM PBB tiba memeriksa keadaan di Papua Barat.

Sindy Nur Fitry menjelaskan jika Vanuatu terus mengganggu kedaulatan negara lain. Walau sebenarnya, menurut dia, tuduhan Vanuatu itu tidak berdasarkan.

“Saya kaget jika Vanuatu terus-terusan memakai komunitas yang mulia ini untuk mengganggu kedaulatan dan kredibilitas daerah negara lain. Dan terus lakukan invasi bermaksud nista dan pola politik untuk menantang Indonesia,” kata Sindy dalam Sidang Umum PBB, seperti disaksikan dari Kanal YouTube Kemenlu, Minggu (26/9/2021).

Sindy menjelaskan Vanuatu cuman bersandiwara perduli pada desas-desus HAM. Tetapi, Vanuatu malah tutup mata atas perlakuan intimidasi barisan kriminil membawa senjata.

“Vanuatu berusaha mengagumkan diri, seakan-akan negara ini ‘peduli’ pada desas-desus HAM. Pada realitanya, HAM versus mereka diputarbalikkan. Dan benar-benar abai pada tindak intimidasi bengis dan tidak manusiawi yang dilakukkan oleh barisan kriminil separatis membawa senjata (KKB),” kata Sindy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *